Showing posts with label Sistem Keamanan Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Sistem Keamanan Jaringan. Show all posts

Sep 8, 2015

MATA RANTAI IPTABLES PADA FIREWALL

Mata Rantai Iptables Pada Firewall ~ Untuk membangun sebuah firewall, yang harus kita ketahui pertama-tama adalah bagaimana sebuah paket diproses oleh firewall, apakah paket-paket yang masuk akan di buang (DROP) atau diterima (ACCEPT), atau paket tersebut akan diteruskan (FORWARD) ke jaringan yang lain. Salah satu tool yang banyak digunakan untuk keperluan proses pada firewall adalah iptables. Program iptables adalah program administratif untuk Filter Paket dan NAT (Network Address Translation). Untuk menjalankan fungsinya, iptables dilengkapi dengan tabel mangle, nat dan filter.

http://tik-mtstabah.blogspot.co.id/

MATA RANTAI IPTABLES PADA FIREWALL

Jika tujuan paket adalah jaringan lain, maka paket akan difilterkan oleh aturan rantai FORWARD pada tabel filter. Jika perlu, paket akan diperiksa oleh aturan rantai POSTROUTING pada tabel nat, apakah paket berasal dari sumber yang mempunyai aturan NAT, yang dalam istilah firewall dikenal dengan istilah SNAT (source NAT). Dan jika tujuan paket adalah firewall, maka paket akan difilter oleh aturan rantai INPUT pada tabel filter. Selanjutnya paket akan mengalami proses lokal, paket tersebut akan di teruskan ke tabel INPUT untuk di proses firewall. Bila paket tersebut bertujuan untuk ke komputer lain yang berbeda jaringan, paket tersebut akan di teruskan ke kolom FORWARD.

SNAT digunakan untuk mengubah alamat IP pengirim (source IP address). Biasanya SNAT berguna untuk menjadikan komputer sebagai gateway menuju ke internet. Mangle pada IPTABLES banyak digunakan untuk menandai (marking) paket-paket untuk di gunakan di proses-proses selanjutnya. Mangle paling banyak di gunakan untuk bandwidth limiting atau pengaturan bandwidth. Fitur lain dari mangle adalah kemampuan untuk mengubah nilai Time to Live (TTL) pada paket dan TOS (type of service).

http://tik-mtstabah.blogspot.co.id/

http://tik-mtstabah.blogspot.co.id/

http://tik-mtstabah.blogspot.co.id/

Sesudah kalian mengetahui mata rantai iptables pada firewall, kalian juga harus mengetahui tentang Pengertian dan fungsi firewall di karenakan untuk mengetahui paket data dan mata rantai iptables itu dengan menggunakan Firewall. selain firewall kalian juga harus mengetahui tentang sistem keamanan jaringan, dan sistem operasi server. di materitik masih banyak materi-materi yang mungkin kalian ketahui di karenakan materitik mengandung isi-isi yang di peruntutkan hanya khusus dunia komputer dan internet selain itu juga ada cara membuat aplikasi sekaligus macam-macam aplikasi, dan cara membuat program sekaligus jenis-jenis programnya.

Sep 7, 2015

Pengertian dan Teknik IP Masquerade

Pengertian dan Teknik IP Masquerade ~ IP MASQUERADE adalah salah satu bentuk translasi alamat jaringan (NAT), yang memungkinkan bagi komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan lokal yang menggunakan alamat IP privat untu berkomunikasi ke internet melalui firewall. Alamat IP yang digunakan untuk menyusun jaringan lokal umumnya menggunakan alamat IP privat. Alamat IP ini tidak diroutingkan oleh jaringan publik, sehingga komputer yang ada pada jaringan lokal tidak dapat langsung berhubungan dengan internet. 

Hubungan antara komputer pada jaringan lokal dengan jaringan publik dilakukan dengan cara menyamarkan alamat IP privat dengan alamat IP yang dipunyai oleh kartu jaringan dengan alamat IP publik. Proses penyamaran alamat IP privat menjadi alamat IP publik ini disebut dengan IP MASQUERADE. Dengan cara yang diterapkan oleh konsep IP MASQUERADE, semua komputer pada jaringan lokal ketika berhubungan dengan jaringan publik seperti mempunyai alamat IP kartu jaringan yang punya alamat IP publik.

Pengertian dan Teknik IP Masquerade

Pengertian dan Teknik IP Masquerade


Teknik IP MASQUERADE adalah cara yang biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal dengan publik (internet). Bagi pelanggan internet yang hanya diberi satu alamat IP dinamis (dial up) menggunakan modem. Berikut ini diberikan contoh penerapan IP MASQUERADE (NAT). Syarat utama supaya dapat menjalankan fungsi IP MASQUERADE, komputer firewall harus memiliki kebijakan untuk meneruskan paket yang akan dikirim melalui eth0 maupun paket yang diterima melalui eth1. Jenis paket dan nomor port yang akan diteruskan diatur melalui chains tertentu. Selanjutnya paket yang akan dikirim melalui antarmuka eth0 harus menjalani translasi alamat IP dengan proses IP MASQUERADE dengan perintah:

# iptables – t nat –A POSTROUTING –o eth0 –s 192.168.100.0/24 –j MASQUERADE

Perintah tersebut menyatakan bahwa setelah mengalami routing, paket yang akan dikirim melalui antarmuka eth0 yang berasal dari jaringan 192.168.100.0/24 akan mengalami proses IP MASQUERADE. Jika firewall berhubungan dengan internet melalui suatu modem, maka antarmuka untuk berhubungan dengan internet adalah ppp0, sedangkan antarmuka untuk berhubungan dengan jaringan privat adalah eth0, dengan demikian harus diberikan perintah:

# iptables – t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –s 192.168.100.0/24 –j MASQUERADE

IP MASQUERADE pada hubungan dial up dengan modem dapat juga diterapkan pada pelanggan rumah yang ingin membagi hubungan internet pada beberapa komputer. Translasi alamat IP secara statis dapat dilakukan dengan penerapan konsep subnetting pada pengalamatan jaringan privat.

Sep 5, 2015

Cara Mengijinkan Akses HTTP Melintasi Firewall

Cara Mengijinkan Akses HTTP Melintasi Firewall ~ Materi mengenai pengelolaan server pada jaringan komputer mulai dari pengertian dan jenis-jenis server, pengertian proxsy server sampai memilih aplikasi untuk server. sedangkan artikel kali ini akan membahas tentang cara mengijinkan akses HTTP melintasi firewall. karna materi yang lainya mengenai firewall udah di postingkan seperti pengertian dan fungsi firewall, jenis-jenis firewall, dan cara mendesain sistem keamanan jaringan.langsung saja gan kalian bisa membaca materinya di bawah ini.

Cara mengijinkan akses HTTP melintasi firewall

Cara Mengijinkan Akses HTTP Melintasi Firewall

Akses http merupakan protokol yang paling banyak digunakan untuk berselancar di internet. Informasi yang disajikan pada internet umumnya menggunakan akses http ini. Akses http menggunakan port 80 dengan jenis paket TCP. Firewall biasanya mengijinkan akses http terutama yang melintas firewall baik yang keluar atau masuk jaringan privat. Akses http yang keluar jaringan privat digunakan untuk memberi akses http bagi komputer yang berada di jaringan privat. Sedangkan akses http dari internet terjadi apabila pada jaringan privat terdapat server web yang dapat diakses dari jaringan internet. Penerapan aturan iptables untuk mengijinkan akses http adalah sbb:

# iptables – A FORWARD –p tcp –dport 80 –i eth1 ‐j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –sport 80 –o eth1 ‐j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –dport 80 –i eth0 ‐j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –sport 80 –o eth0 ‐j ACCEPT

Maksud dari perintah di atas adalah sebagai berikut:
  1. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya tujuan port 80 melalui antarmuka eth1
  2. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya asal port 80 melalui antarmuka eth1
  3. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya tujuan port 80 melalui antarmuka eth0
  4. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya asal port 80 melalui antarmuka eth0.

Perintah pertama dan kedua digunakan untuk mengijinkan akses http yang berasal dari jaringan privat, sedangkan perintah ketiga dan keempat digunakan untuk mengijinkan akses http yang berasal dari internet. Keempat perintah tersebut dapat diganti dengan satu perintah menggunakan opsi multiport sebagai berikut:

# iptables – A FORWARD –p tcp –M multiport–sport 80 ‐j ACCEPT

Perintah tersebut menyatakan bahwa firewall mengijinkan paket TCP yang punya port 80 (tujuan / asal) untuk melintas (dari eth0 atau eth1).

Sep 4, 2015

CARA MENDESAIN SISTEM KEAMANAN JARINGAN

Cara Mendesain Sistem Keamanan Jaringan ~ Sistem keamanan jaringan sangatlah beragam, tetapi kalian harus mengetahui dari dasar dulu biar tidak ada yang kalian bingungkan seperti pengertian dan fungsi firewall, jenis-jenis firewall, dan ada banyak yang lainya. Apalagi kalian tau tentang pengolahan server untuk sistem jaringan meliputi Pengertian dan jenis-jenis server, cara mimilih aplikasi untuk server, pengertian dan fungsi proxy server, dan masih banyak yang lainya. 

http://tik-mtstabah.blogspot.co.id/

CARA MENDESAIN SISTEM KEAMANAN JARINGAN


Kalau kalian ingin mengetahui atau memdapatkan software/ hardware, macam-macam aplikasi, soal-soal TIK/TKJ, komputer dan Handphone bisa mengunjungi Materitik78. Langsung saja gan kalian bisa memahami cara mendesain sistem keamanan jaringan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam membangun sebuah firewall:

  1. Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan. Topologi dan kofigurasi jaringan akan menentukan bagaimana firewall akan dibangun.
  2. Menentukan kebijakan atau policy. Kebijakan yang perlu di atur di sini adalah penentuan aturan-aturan yang akan diberlakukan.
  3. Menentukan aplikasi– aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan. Aplikasi dan servis yang akan berjalan harus kita ketahui agar kita dapat menentukan aturan-aturan yang lebih spesifik pada firewall kita.
  4. Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.
  5. Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
  6. Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan. Batasi sosialisasi hanya kepada personil teknis yang diperlukan saja.


Dengan melakukan sosialisasi kepada pengguna-pengguna yang di kenai aturan-aturan firewall kita, di harapkan tidak terjadi kesalah-pahaman terhadap peraturan-peraturan yang diberlakukan. Pada gambar di atas terdapat suatu firewall yang mempunyai dua antar muka. Firewall berhubungan dengan jaringan internet melalui antar muka eth0 dan berhubungan dengan jaringan privat melalui antar muka eth1. Kadang-kadang firewall berhubungan dengan jaringan internet menggunakan modem, dalam hal ini antarmuka eth0 dapat diganti dengan ppp0.

Kemampuan pertama yang harus di miliki firewall adalah melakukan forward IP Address dari antarmuka eth0 menuju antarmuka eth1 dan sebaliknya dari antarmuka eth1 menuju antarmuka eth0. Caranya adalah dengan memberi nilai 1 pada parameter ip_forward dengan perintah


Jenis-jenis Firewall

Jenis-jenis Firewall ~ Sebelum membahas tentang jenis-jenis firewall, kalian harus sudah mengetahui pengertian dan fungsi firewall, kalau sudah mengetahuinya kalian baru mengetahui jenis-jenisnya. Firewall dapat dibedakan berdasarkan caranya bekerja. Jenis-jenis firewall tersebut adalah:

  1. Packet Filtering Gateway
  2. Application Layer Gateway
  3. Circuit Level Gateway
  4. Statefull Multilayer Inspection Firewall

Jenis-jenis Firewall


Jenis-jenis Firewall


1. Packet Filtering Gateway
Packet filtering gateway dapat diartikan sebagai firewall yang bertugas melakukan filterisasi terhadap paket-paket yang datang dari luar jarigan yang dilindunginya. Filterirasi paket ini hanya terbatas pada sumber paket, tujuan paket, dan atribut-atribut dari paket tersebut, misalnya paket tersebut bertujuan ke server kita yang menggunakan alamat IP 202.51.226.35 dengan port 80. Port 80 adalah atribut yang dimiliki oleh paket tersebut. Bila kita lihat dari sisi arsitektur TCP/IP, firewall ini akan bekerja pada layer internet. Firewall ini biasanya merupakan bagian dari sebuah router firewall.

2. Application Layer Gateway
Model firewall ini juga dapat disebut Proxy Firewall. Mekanismenya tidak hanya berdasarkan sumber, tujuan dan atribut paket, tapi bisa mencapai isi (content) paket tersebut. Mekanisme lainnya yang terjadi adalah paket tersebut tidak akan secara langsung sampai ke server tujuan, akan tetapi hanya sampai firewall saja. Selebihnya firewall ini akan membuka koneksi baru ke server tujuan setelah paket tersebut diperiksa berdasarkan aturan yang berlaku. Bila kita melihat dari sisi layer TCP/IP, firewall jenis ini akan melakukan filterisasi pada layer aplikasi (Application Layer).

3. Circuit Level Gateway
Model firewall ini bekerja pada bagian Lapisan Transport model referensi TCP/IP. Firewall ini akan melakukan pengawasan terhadap awal hubungan TCP yang biasa disebut sebagai TCP Handshaking, yaitu proses untuk menentukan apakah sesi hubungan tersebut diperbolehkan atau tidak. Bentuknya hampir sama dengan Application Layer Gateway, hanya saja bagian yang difilter terdapat ada lapisan yang berbeda, yaitu berada pada layer Transport.

4. Statefull Multilayer Inspection Firewall
Model firewall ini merupakan penggabungan dari ketiga firewall sebelumnya. Firewall jenis ini akan bekerja pada lapisan Aplikasi, Transport dan Internet. Dengan penggabungan ketiga model firewall yaitu Packet Filtering Gateway, Application Layer Gateway dan Circuit Level Gateway, mungkin dapat dikatakan firewall jenis ini merupakan firewall yang,memberikan fitur terbanyak dan memberikan tingkat keamanan yang paling tinggi.


Pengertian dan Fungsi Firewall

Pengertian dan Fungsi Firewall ~ Setelah kalian membaca artikel ini kalian nanti juga akan mengetahui tentang jenis-jenis firewall beserta keterangan supaya kalian untuk mempelajarinya bisa dengan mudah. Dalam jaringan komputer, khususnya yang berkaitan dengan aplikasi yang melibatkan berbagai kepentingan, akan banyak terjadi hal yang dapat mengganggu kestabilan koneksi jaringan komputer tersebut, baik yang berkaitan dengan hardware (pengamanan fisik, sumber daya listrik) maupun yang berkaitan dengan software (sistem, konfigurasi, sistem akses, dll). Gangguan pada sistem dapat terjadi karena faktor ketidaksengajaan yang dilakukan oleh pengelola (human error), akan tetapi tidak sedikit pula yang disebabkan oleh pihak ketiga. Gangguan dapat berupa perusakan, penyusupan, pencurian hak akses, penyalahgunaan data maupun sistem, sampai tindakan kriminal melalui aplikasi jaringan komputer.

Pengertian dan Fungsi Firewall

Fungsi Firewall

Pengamanan terhadap sistem hendaknya dilakukan sebelum sistem tersebut difungsikan. Percobaan koneksi (trial) sebaiknya dilakukan sebelum sistem yang sebenarnya difungsikan. Dalam melakukan persiapan fungsi sistem hendaknya disiapkan pengamanan dalam bentuk:

  1. Memisahkan terminal yang difungsikan sebagai pengendali jaringan atau titik pusat akses (Server) pada suatu area yang digunakan untuk aplikasi tertentu.
  2. Menyediakan pengamanan fisik berupa ruangan khusus untuk pengamanan perangkat yang disebut pada butir nomor 1. Ruangan tersebut dapat diberikan label Network Operating Center (NOC) dengan membatasi personil yang diperbolehkan masuk.
  3. Memisahkan sumber daya listrik untuk NOC dari pemakaian yang lain. Hal ini untuk menjaga kestabilan fungsi sistem. Perlu juga difungsikan Uninteruptable Power Supply (UPS) dan Stabilizer untuk menjaga kestabilan supply listrik yang diperlukan perangkat pada NOC.
  4. Merapikan wiring ruangan dan memberikan label serta pengklasifikasian kabel.
  5. Memberikan Soft Security berupa Sistem Firewall pada perangkat yang difungsikan di jaringan.
  6. Merencanakan maintenance dan menyiapkan Back Up sistem.

Pengertian Firewall

Firewall adalah salah satu aplikasi pada sistem operasi yang dibutuhkan oleh jaringan komputer untuk melindungi intergritas data/sistem jaringan dari serangan-serangan pihak yang tidak bertanggung jawab atau lalu lintas jaringan yang tidak aman. Caranya dengan melakukan filterisasi terhadap paket-paket yang melewatinya.

Firewall tersusun dari aturan-aturan yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi jaringan, baik dengan melakukan filterisasi, membatasi, ataupun menolak suatu permintaan koneksi dari jaringan luar lainnya seperti internet. Oleh karena seringnya firewall digunakan untuk melindungi jaringannya, maka firewall juga berfungsi sebagai pintu penyangga antara jaringan yang dilindunginya dengan jaringan lainnya atau biasa disebut gateway.